Konflik Rumah Tangga 2: Mencegah KDRT

Dua anak manusia tidak akan pernah berdamai di bumi, sebelum mereka berdua berdamai di langit. Kira-kira apa maksudnya,… Teringat akan adanya beberapa kasus yang oleh media dikategorikan KDRT, saya mencoba menelaah simulasi kasus berikut:

  1. Sepasang suami istri yang tidak dekat dengan langit, seberapa persen ya,… peluang mereka berdamai di bumi ?
  2. Jika salah satu tidak dekat dengan langit ?
  3. Jika keduanya dekat dengan langit ?

Kasus mana yang ketika mereka tidak berdamai di bumi, akan dikategorikan dengan KDRT ?

    Advertisements

    3 responses to this post.

    1. Waduuuh… soale.. kok abooot tenan mas….
      ini filosofi.. tingkat berapa yaaa??
      nyerah……

      Reply

      • Soalnya tidak sulit bunda, 🙂
        Kasus 3: Ketika sepasang suami istri dekat dengan langit:

        Ketika ada badai di bumi, mereka cepat berdamai. Ketika salah satu marah, maka yang lain, akan mencoba diam. Kemarahan pun lebih cepat di redam, dengan berwudhu (ingat ke langit)

        Kasus 2: Ketika hanya salah satu dekat dengan langit

        Ketika istri dekat dengan langit:
        Ketika istri marah, kemungkinan besar akan memancing kemarahan suami, dan si suami bisa bertindak berlebihan (baca KDRT), tapi si istri akan cepat sadar, meningkatkan kesabarannya. Tentunya batas kesabaran ada limitnya ya,….
        Ketika suami duluan marah, si istri akan diam, kalaupun si suami bertindak berlebihan (baca KDRT), ia akan mencoba bersabar. Tentunya ada batasnya.
        Ketika batasnya terlampaui, ia diperbolehkan mengajukan pisah, biasanya sih, ia tidak akan “memperbesar-besarkan kesalahan suami”, ia akan cenderung menutup aib suaminya.

        Ketika si suami yang dekat ke langit:
        Ketika istri marah, ia akan diam dan bersabar, apapaun yang akan di lakukan istrinya.
        Ketika si suami yang marah, ia akan mampu mengendalikan kemarahannya, jadi sangat kecil peluang terjadinya KDRT disini.

        Kasus 3: Kedua suami istri tidak dekat dengan langit

        tahu sendiri deh jawabannya,
        apalagi kalau “ditampar” suami, trus ngakunya ditonjok, buat situasi seolah terjadi “pemukulan”, “benjol sana sini”, “berdarah sana-sini”, trus difoto, trus minta visum pesanan, lengkap deh
        “pertarungan di bumi” 😦
        Dan bertepuk tanganlah si-X dan tentaranya, karena telah berhasil memisahkan

        Reply

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: