Berbeda tapi solusi sama: Selingkuh, jajan

Rasanya tidak enak, kalau tidak menyampaikan sesuatu, yang mencoba untuk menelaah secara jernih persoalan, dari sudut pandang yang tak perlu kacamata.

Saya ajak rekan blogger, untuk membedakan kedua kasus berikut:

  1. Seseorang disuguhi makanan kesukaannya. Ternyata makanan itu kurang enak. Salahkah orang itu, jika ia minta makanan lainnya, karena ia lapar. Ada beberapa solusi memang terhadap kasus ini: cobalah untuk qonaah, cobalah untuk puasa. Tapi yang terjadi, ternyata masyarakat tidak mengizinkan orang itu mendapatkan makanan lainnya dan membiarkan orang-orang seperti itu untuk selingkuh atau jajan. Karena tidak mendapatkan yang halal, orang itu mengambil makanan lain yang bukan haknya, atau mengambil makanan lain tanpa izin.
  2. Orang kedua disuguhi makanan kesukaannya. Dan ia suka makanan itu, tapi baginya seporsi tidak cukup. Kenapa tidak cukup ? karena ia tipe yang membutuhkan masukan tidak cukup hanya satu porsi. Salahkah orang itu jika minta nambah ? Memang ada beberapa solusi terhadap kasus ini.: cobalah untuk qonaah, cobalah untuk puasa. Tapi yang terjadi, ternyata masyarakat tidak mengizinkan orang itu mendapatkan makanan lainnya dan membiarkan orang-orang seperti itu untuk selingkuh atau jajan.Karena tidak mendapatkan yang halal, orang itu mengambil makanan lain yang bukan haknya, atau mengambil makanan lain tanpa izin.

Kedua kasus ini berbeda, tapi intinya sama. Fenomena gunung es yang ada di sekitar kita. Solusi saat ini juga ternyata sama: selingkuh atau jajan.

Sebenarnya ada kasus ketiga, seperti pada gambar yang dikutip, tapi itu tak perlu dibahas, karena jelas pemenuhan selera yang berlebihan

Bingung ? bagus, berarti rekan blogger berfikir🙂 Maaf jika analogi ini tidak tepat.

11 responses to this post.

  1. Posted by adipati kademangan on October 24, 2008 at 1:24 pm

    Sepintas memang kejadian diatas sangat mungkin terjadi, sebuah analogi yang bagus kakanda. Pada kenyataannya, intinya kita disuguhi sebuah pilihan. Macam2 tingkah dalam memilih : Ada yang benar-benar memilih semuanya diperhitungkan dari segala aspek, ada yang pasrah saja dengan apa yang disodorkan, ada yang senang saat memilih namun kecewa setelah dimakan, ada yang memilih untuk cari lagi, ada yang memilih untuk tidak makan, ada pula yang sadar (sesadar-sadarnya) bahwa semua pilihan ada kelebihan dan kekurangannya, dia berkeyakinan bahwa semua pilihan mempunyai bobot, rumus, kelebihan, kekurangan yang sama meski dinyatakan dalam bentuk/rupa yang berbeda.
    Bagi saya kakanda, orang terakhir inilah orang yang sangat langka di dunia.

    Reply

  2. Posted by fetro on October 24, 2008 at 1:43 pm

    kakanda, dalam kedua kasus itu, jika keduanya bersyukur terhadap suguhan makanan pasti akan terasa enak dan cukup. jangan sampai mengambil hak orang lain🙂

    Reply

  3. pilihan2 hidup dari masyarakat membuat kita tertegun. bertanya tentang kebaikan sebuah agama yang menuntun.
    islam dihadirkan ke dunia agar peradaban ini tertuntun. dimana kita berjalan atas segala sesuatu yang telah Allah susun. di lauhul mahfudz dan kemudian turun secara beruntun. membuat kehidupan ini indah seindah pagi yang masih berembun. tapi masalah umat ini memang bejibun. kualitas hidup kian hari kian menurun. ngga ada perbaikan walau Ramadhan datang tiap tahun. mengajak ummat untuk beragama lebih tekun. dan menjadi makhluk yang lebih santun.
    kita sebagai blogger mencoba memberikan penyadaran kepada masyarakat agar segera tertegun. bahwa Tuhan adalah tempat kembali yang harus kita ke sana segera berduyun-duyun.
    kita bisa menggugah dan membuat masyarakat bangun. tersadar dan segera berlari membakar semangat untuk sebergelora api unggun. hidup memang bisa menaik juga bisa menurun. tapi dendang bahagia harus tetap mengalun. ditengah kicau burung pagi dan setetes embun. atau segemuruh air terjun. atau serindang pohon rambutan di kebun.
    kalau begitu coba dinilai blog saya yang baru tiga bulan mengalun. apakah sudah baik sebagai sebuah akun?

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/23/amerika-krisis-indonesia-bangun/

    Reply

  4. Berfikir…
    tapi hanya diam…
    dan Smoga diam kali adalah emas..🙂 🙂🙂

    Reply

  5. Ini adalah..hal-hal yang menjadikan poligami sebagai jalan keluarnya..
    Tapi.. tetap nomer satu adalah kejujuran dan “ketakutan” akan azab Allah sebagai pintu penentunya

    kakanda:
    tepatnya, salah satu jalan keluarnya,…
    100 bunda🙂

    Reply

  6. Sepertinya intinya ada di pengendalian diri, mencukupkan diri dengan apa yg ada dan dipunyai dan tidak mengingini kepunyaan orang lain.

    kakanda:
    itu tidak salah,
    tapi ALlah menciptakan manusia, tidaklah sama kadar kebutuhannya

    Reply

  7. sumpah pemuda 2008
    saya tidak akan buang sumpah sembarangan

    itu sih sampah!!!
    oiya yah…

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/28/pemuda-cepatlah-dewasa-dan-segeralah-berkuasa/

    kakanda:

    sumpah sembarangan juga ngga boleh🙂

    Reply

  8. saya setuju komentar @fetro

    kakanda
    setuju boleh, ngga setuju juga boleh🙂

    Reply

  9. pria yg memilih, wanita yg menentukan. Tp, sy bkn pilihan, Kanda.:mrgreen:

    Tetap mensyukuri apa yg telah disuguhkan. Dan jgn jg sampe jatuh ke arah “jajan” yg tdk sehat itu.

    Bukannya, apapun makanannya, minumnya tetap…aer putih.

    kakanda:
    Yang penting itu lebih dekatlah padaNYA
    IA akan memberi tahu jalan-jalanNYA

    Reply

  10. coba lebih memahami arti kata syukur yang sebenarnya. mungkin bila sudah mendapatkan hakekat syukur, makanan apapun yg dinikmati akan terasa kenikmatannya dan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan yang dicari🙂

    bersyukur, bersyukur, dan bersyukur atas makanan yang telah di dapatkan adalah cara yg mungkin bisa dijalankan apabila sudah tdk ada jalan lainnya.

    bukankah ketika qta bersyukur atas apapun nikmat yang telah diberikanNya, semua hal di dunia ini akan terasa indah? hanya ada bahagia dan bahagia🙂 satu lagi pak, bukankah tidak semua yang kita inginkan harus qta dapatkan? karena ALLAH MAHA MENGETAHUI letak kebutuhan dan keinginan tiap2 manusia yang sebenarnya.

    cheers

    kakanda:

    Memang mensyukuri apa yang ada diperlukan, namanya qonaah
    tapi mencoba memahami bahwa ada yang punya kebutuhan lebih,
    bukan berarti yang bersangkutan tidak mensyukuri nikmatNYA

    Reply

  11. Belajar untuk berkata “cukup”…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: