Potret 1: Makanya jangan Menikah (L)

1st Published August 31, 08 (Potret ‘buruk’ Menikah (L)”, edited Sep 12 : Solusi dan Hikmah lihat di bawah, mohon masukannya🙂

Bila kita cermati di keseharian, maka kita akan dapati fenomena berikut, yang berujung pada ungkapan atau komentar, “makanya jangan menikah“,… kok bisa ?

Alkisah Reza sangat mencintai Ani, kemudian menikahinya. Dalam perjalanan pernikahannya ternyata ada sesuatu yang menarik. Setiap apa yang akan dilakukan Reza, harus seizin istrinya, apalagi jika terkait dengan diperlukannya ongkos untuk melakukan sesuatu tersebut. Hal ini terungkap ketika Reza ingin mengunjungi ibunya yang sudah tua dan kebetulan istrinya sedang sibuk. Karena istrinya tidak bisa menemani, maka ia tidak mengizinkan Reza. Kalaupun Reza tetap ngotot mau jalan, ngga ada ongkos. Reza mengatakan, memang begitu ‘kemauan’ istrinya. Lebih jauh lagi, si Reza, yang biasanya membantu biaya sekolah adik-adiknya sebelum menikah, ternyata makin sulit diminta bantuannya setelah menikah. Banyak lagi yang tidak dapat diceritakan, yang pada intinya si Reza ternyata berada di bawah “ketiak” istrinya.

Ada yang terasa aneh, yang ternyata fenomena ini ditangkap dengan jeli, hingga jadi sebuah sinetron “suami-suami takut istri”, yang bila kita teliti lebih jauh, ternyata merupakan salah satu sumber, asal muasal maraknya perselingkuhan.  Sahabat blogger, solusi dan hikmah apa yang dapat kita ambil ?

SOLUSI

Solusi apa yang kita sarankan pada pasangan tersebut ? …

HIKMAH

…  Pernahkah ada yang mengusulkan, ya udah. makanya ngga usah menikah😦

Nah ada kisah yang mirip:

Ridho menikahi Wati. Dalam perjalanannya ternyata Wati menguasai harta suaminya. Hampir mirip dengan cerita diatas, hanya Wati adalah istri kedua. Persoalan yang muncul adalah istri pertama dan anak-anaknya jadi telantar. Hal ini diungkap anak sulung Ridho, yang merasakan harus membanting tulang membiayai adik-adiknya dan si Ayah (Ridho) tidak mampu berbuat apa-apa. Puncak kesedihan anak sulung Ridho, adalah ketika ia menikah, ayahnya sakit dan malam itu juga meninggal. Terjadi perebutan jenazah, disemayamkan dimana…..😦

Apa Solusi yang dapat kita sarankan (jika si Ridho masih hidup) dan Hikmah apa yang dapat kita ambil ?

SOLUSI

apakah kita akan memberikan solusi, …

HIKMAH

Mengapa yang muncul justru komentar, makanya jangan ML ? Apakah memang akar permasalahannya pada pernikahannya: Menikah atau Menikah Lagi ? atau pada dua buah hal substantif ? apakah itu ? Tunggu ya …🙂

Ctt: Ini adalah dua kisah nyata (nama disamarkan, mohon maaf bila ada kesamaan nama) yang juga ternyata dapat banyak ditemui di tempat lain.

SOLUSI dan HIKMAH (tambahan 12 Sep)

Berdasarkan hasil pengamatan hampir dua tahun terhadap permasalahan diatas, ternyata akar permasalahannya sama:

  • Memilih pasangan. Pilihlah pasanganmu atas dasar agama atau akhlaknya. Karena, ketika ada badai datang, faktor utama akan sangat menolong. Laki-laki dan wanita telah ditetapkan perannya olehNYA.
  • Faktor utamanya adalah bersama lebih dekat lagi denganNYA. Selama kita hidup, IA kan terus menguji kita. Berbahagialah mereka yang dekat dengan panitia ujian, karena meskipun tidak mendapat bocoran soal, paling tidak, kisi-kisinya akan membuat kita lebih tenang dalam menghadapi ujianNYA.

Hikmahnya pilihlah pasanganmu dengan pertimbangan matang. (jadi hikmahnya bukan: makanya jangan menikah atau menikah (L) )

Solusi bagi yang sudah punya pasangan, cobalah bersama lebih dekat lagi denganNYA. Jangan biarkan IA cemburu apalagi marah, karena apa yang IA inginkan tidak dilaksanakan hambaNYA.

Wallahu’alam

22 responses to this post.

  1. Hmmm manusia butuh proses..
    dari yang biasa ada menjadi tiada
    dari yang tiada menjadi ada..

    Orang bisa berkomentar apaaaaaa saja

    Yang penting bagaimana menjalani proses dan keluar dari perjuangan melalui proses tersebut sebagai manusia yang berakhlaq mulia…

    gitu kira-kira ya….

    Marhaban ya Ramadhan
    Mohon maaf lahir dan batin

    kakanda:
    benar,…
    terimakasih bunda🙂
    sama-sama

    Reply

  2. Jadi solusinya gimana?🙂

    kakanda:

    menurut bapak bagaimana ?
    kalau menurut saya…
    tunggu tanggal mainnya, jangan kemana-mana ya🙂

    Reply

  3. kalau saya malah seringan dengar: makanya …. menikah. Mungkin kalau dirating lebih banyak yang bilang ‘makanya menikah’ daripada ‘makanya jangan menikah’. hehehe

    kakanda:
    sepertinya ukhti Riza, belum lengkap bacanya,…
    atau memang bener
    “makanya menikahlah… ” atau “makanya menikahlah (L)…”

    Reply

  4. yaaaaaaaaa….. nikah aja …lagi*

    kakanda:
    ng… bener juga🙂

    Reply

  5. *bingung mikir solusi*..masalah sendiri aja blm kelar apalagi mikir masalah org lain sich mbak…hehe…makanya jangan2 buru2 nikah…mending banyak belajar aja dr pengalaman org lain..🙂 *saran bwt diri sendiri negh kayaknya*

    kakanda:
    Khan minimal kita ingin mengambil pelajaran,… hikmah,…
    dan jangan sampai salah🙂

    Reply

  6. bingung ne jawabnya:mrgreen:, tapi pada dasarnya pemahaman yang komprehensif terhadap agama akan mempengaruhi pikiran dan tindakan seseorang dalam membina setiap hubungan (hubungan keluarga, pertemanan, kemasyarakatan maupun pernikahan)🙂

    kakanda:
    100 mba Yella🙂
    tapi pertanyaan terkait solusi dan saran belum terjawab lho …

    Reply

  7. namanya mempertemukan dua kepala dan dua hati
    keknya emang susah gitu…
    *semoga besok rumah tangga saya ndak seperti ituw
    hehe:mrgreen:

    kakanda:
    tempatkanlah diri sesuai dengan kodrat dari Pencipta
    jangan sampai manajer mengkudeta direktur😦

    Reply

  8. Menikah yah? gak bisa komentar saya ….

    kakanda:
    ada apa ya mba 😕

    Reply

  9. wadduuh,,
    kayak materi kuliah niyh,,:mrgreen:

    kalau masalahnya banyak yang harus di ungkap dulu niyh,,
    bukan sekedar “makanya jangan menikah”, itu mah tanggapan yang sangat tidak bertanggung jawab,,
    🙂
    cheers,,

    kakanda:
    masalahnya apa saja mba,…
    ditunggu masukannya🙂

    Reply

  10. makanya jangan buru-buru menikah, Bukan begitu?? dalam terburu-buru ada setan yang sedang campur tanngan hihihi😀

    kakanda:
    jadi hikmahnya jangan buru-buru menikah ya…🙂

    Reply

  11. tiap ujian selalu menemukan individunya masing2..

    klo ada istilah jodoh gak bakal tertukar, bgtu juga dgn ujian atawa masalah.. gak bakal tertukar..

    btw, deen g tlalu paham dgn problem nikah nih pak😀, jangankan berkomen soal nikah, pernah nikah aj blom hehehe

    kakanda:
    “bgtu juga dgn ujian atawa masalah.. gak bakal tertukar..”….
    bener juga ya …:)

    Reply

  12. Saya kurang ngarti’ soal ini…
    😳

    kakanda:

    kita sama-sama belajar

    Reply

  13. aku belum menikah sich, so ngga ngerti2 banget….
    tapi bagus buat pelajaran kepada pasangan yg mau menikah…

    salam kenal….main ke blogku ya??

    kakanda:
    semoga dapat mengambil pelajaran,…
    silahkan kemari lagi

    salam kenal kembali🙂 insyaALlah nanti akan mampir

    Reply

  14. masalah saya mungkin sama dg rindu😆

    kakanda:

    masak sih🙂

    Reply

  15. bukannya sblm menikah kt sebaiknya mengenal sifat calon tmn hidup kt itu dulu? ga perlu pacaran tp pendapat dr tmn2 sekitar mestinya udah cukup kan ya.. ah, kdg2 teori emang ga sebagus kenyataan…
    huh, yg udah menikah aja pusing apalagi saya yg blm menikah😕

    kakanda:

    jadi solusi dan hikmahnya apa mba ?

    Reply

  16. Posted by qanaahsholihah on September 8, 2008 at 11:32 am

    menikah untuk solusi. tapi ….., memang sebab dibalik itu sangat kompleks. Tergantung anda, mau sebab yang mana?

    *hehe loh koqbalik nanya*:).

    kakanda:

    lho kok, sebab, bisa dipilih ya ?

    Reply

  17. Posted by Munawir on September 9, 2008 at 5:15 pm

    Salah satu alasan ané blom nikah jg tuh kakanda….khawatir senasib dg Reza…🙂
    Karena tradisi dlm keluarga; ketika sudah menjadi anggota kelaurga…gak ada lagi anak kandung atau menantu dimata ortu…semua mempunyai hak & kewajiban sama…
    Susah nyari calon istri yg bisa nerima & diterima oleh semua anggota keluarga….😦

    Ditunggu solusinya kak…..

    kakanda:

    solusi ? insyaALlah sabar saja🙂

    Reply

  18. kadang karakter pasangan kita ketahuan betul setelah menikahinya, dan sebagai cowok mestinya jadi pemimpin donk jgn kalah ama bininya, ada saatnya untuk mengalah ada saatnya untuk tdk mengalah..

    kakanda:

    sebenarnya kalau kembali ke rule dari Pencipta, selama dekat dengan ALlah, semuanya bisa berjalan dengan baik🙂

    Reply

  19. Terkadang yg takut bkn yg akan menikah, melainkan yg akan menikahkan, Kakanda. Nah, di antara tgs qt adalah bgmn meyakinkan yg akan menikahkan. Bkn begitu?🙂

    Tp, Islam selalu seimbang. Sebagaimana dlm QS.An Nur ayat 32 (dan “nikahkanlah”, bukannya “dan menikahlah!” atau “dan nikahilah”) yg bicara pd ortu, masyarakat, dan negara, mk pd ayat 33 mengajak qt tuk berpikir sebelum mengambil keputusan besar itu. Sbg penyeimbang. Ia mengajak bicara pd orang2 yg ingin menikah tp blm menemukan jalan, untuk selalu menjaga kesucian.
    “Dan hendaklah menjaga kesuciannya orang-orang yg blm menemukan nikah, hingga ALLOH mengkayakan mereka dari karunia-Nya…..” (An Nur 33)

    kakanda:

    Tugas yang mau nikah, memberi pemahaman pada yang akan menikahkan🙂

    Reply

  20. Subhanallah….tulisan yg bagus. kalo ana lebih menyarankan agar para ikhwan (suami) senantiasa menjaga rasa sayang mereka dengan tetap berwibawa dalam memimpin rumah tangganya berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ada lagi, mungkin bagi mereka yg meniatkan untuk menikah lagi, coba difikirkan masak2 apakah akan bs berlaku adil ??? jika YAKIN “iya” silahkan….

    kakanda:
    terimakasih…

    Reply

  21. Posted by reza on December 5, 2008 at 1:19 pm

    iya ih, saya kecewa. harusnya saya pilih yang karena agamanya. Saya mau ceraikan dia saja🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: