Kuis 2: Tanggungjawab siapa ?

update 29 Juli 08: Jawaban ada di bawah, silahkan beri masukan dan mohon dikoreksi ada pertanyaan lanjutan🙂 gimana cara mendeteksi seorang gadis yang memiliki modal keimanan tinggi ? Mungkin diantara sahabat blogger ada yang punya ide, saya juga lagi berfikir keras🙂, merancang perangkat tesnya

Seseorang memberi saya sebuah buku yang isinya menggugat bahwa ayah seharusnya juga bertanggungjawab atas pendidikan anaknya. Pertanyaan ini muncul ketika istri mulai sibuk diluar rumah dan ayah yang hampir tidak pernah bertemu anaknya😦. Siapakah yang akan diserahi tanggungjawab pendidikan anak ? Pembantu, guru di sekolah, istri atau suami ?  Muncullah ide beberapa pertanyaan berikut, sebagai bahan diskusi. Tapi sebelumnya, saya perlu membantu menuliskan, paling tidak dua kisah yang akan membantu sahabat semua menjawab kuis saya🙂

Kisah pertama:

Fragmen satu: Ibrahim as bersiap pergi meninggalkan istri keduanya Hajar di sebuah padang pasir tandus, istrinya bertanya, “Kenapa aku ditinggalkan Kakanda ? “, Ibrahim as diam seribu bahasa, dua, tiga kali diajukan pertanaan itu dan sang Kakanda hanya diam. Kemudian istrinya bertanya “Apakah ini perintah ALlah ?”, Ibrahim as mengangguk dan dengan tenang meninggalkan istrinya yang sedang hamil tua, seorang diri.

Fragmen dua: Beberapa tahun kemudian Ibrahim as, mengunjungi istrinya dan didapatinya anaknya Ismail as telah remaja. Ketika ia bermimpi menyembelih anaknya, ia sampaikan hal itu kepada Ismail as, dan anaknya dengan cerdas mengatakan “Laksanakanlah perintah Allah, ayahanda, semoga engkau dapati aku termasuk orang-orang yang sabar”

Adakah istri yang mau ditinggal sendirian ? lagi hamil lagi😦 , adakah anak yang rela disembelih ayahnya ?

Kisah kedua:

Suatu ketika Khalifah Umar b Khattab didatangi seorang ayah yang mengadukan anaknya yang durhaka. Si anak dipanggil oleh Umar dan dinasehati bahayanya durhaka terhadap orangtua. Si Anak menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, tidakkah seorang anak memiliki hak yang harus ditunaikan orangtuanya ?, “Ya, jawab Khalifah”. “Apakah itu?”, kata anak tsb.  Khalifah menjawab “satu….. dua….. tiga….” [tidak disebutkan krn bagian dari kuis :D]. Lantas anak itu menjawab, “tidak satupun dari tiga perkara itu yang ditunaikan ayahku”. Umar b Khattab menoleh pada ayah anak tsb, “Anda datang mengadukan kedurhakaan anakmu, ternyata Anda telah mendurhakainya sebelum ia mendurhakaimu. Anda telah berlaku tidak baik terhadapnya sebelum ia berlaku baik kepada Anda”

Pertanyaan kuisnya:

  1. Pelajaran apa yang bisa diambil dari kisah Nabi Ibrahim as ?
  2. Siapa yang paling bertanggungjawab atas pendidikan anak ?
  3. Siapa yang paling banyak berinteraksi dengan anak ?
  4. Bagaimana tanggungjawab pertama ayah terhadap anaknya ?

33 responses to this post.

  1. weleeh ane makin nda mudeng😦

    kakanda:
    Sabar mba Fini, pertanyaannya belum selesai🙂

    Reply

  2. Jadi sebenernya tanggung jawab siapa pak? *bingung mode on*

    kakanda:
    Coba jawab dulu donk🙂, nanti baru saya kasi tahu bener atau salah

    Reply

  3. Posted by badasubuh on July 24, 2008 at 5:08 pm

    Hmm kenapa hrs dibikin quiz ??
    Apa bakal ada rewardnya? soalnya berisiko niy kalo salah..malu2in ustadz ogut kakanda…

    kakanda:
    ini metoda belajar aktif🙂,
    saya tidak ingin “menyuapi”, khan dah besar
    salah mah biasa, namanya juga belajar
    jadi jangan takut salah

    pengen reward ya ?

    Coba gw tes dulu ah satu :
    Hak anak itu…
    Diberi tahu kalo dia tuh agamanya dari sebelum lahir dah Islam, so.. sbg bapak jangan coba2 lupa hal ini..
    Mereka tuh amanah..
    Kalo lupa awalnya milik Siapa??
    nanti bakalan…

    bakalan apa coba? ogut jdiin quiz jg deh kakanda..kalo bisa jawab bener, hadiahnya impas..(inget utang hrs dibayar !)

    kakanda:
    kuis saya belum dijawab,…

    Reply

  4. Posted by Munawir on July 25, 2008 at 11:02 am

    1. Pelajaran apa yang bisa diambil dari kisah Nabi Ibrahim as ?
    => Cari istri yg mau ditinggal waktu hamil dan mampu mendidik anak dg benar sendirian…

    2. Siapa yang paling bertanggungjawab atas pendidikan anak ?
    => Tanggungjawab bersama kele…tp semestinya istri mengambil porsi yg lbh banyak, karena istri nggak berkewajiban mencari nafkah…jd seharusnya lbh banyak waktu bersama buah hati. Gantian dong….kan dulunya suami udah mendidik bagaimana menjadi istri & ibu yg baik…

    3. Siapa yang paling banyak berinteraksi dengan anak?
    => Like i said before: istri
    Tapi kok skrg anak lbh banyak interaksi dg pembantu, baby sitter, tukang kebun, supir,TV, internet, dll….
    Bukannya istri gak boleh kerja….boleh2 aja…tp sifatnya nafkah tambahan kale…jgn sampe ngalahin pendidikan buah hati dong….yg wajib cari nafkah suami kan ya?

    4. Bagaimana tanggungjawab pertama ayah terhadap anaknya ?
    => i have no clue kakanda….i’m not a father yet…even not a husband yet….

    Nah…skr kakanda berkewajiban untuk memberitahukan jawaban kuisnya kepada kami smua…please…

    kakanda:
    terimakasih atas kesediannya menjawab kuis, no 4 belum ya ?
    Saya belum akan kasih tahu benar atau salah, karena memberi kesempatan yang lain mencoba menjawab dulu🙂

    Reply

  5. nih mungkin cuma pendapat lho…..
    kalo yg palink bertanggung jawab pada kesehatan anak ialah terutama sang ibu tapi kalau untuk masa depan entah pendidikan pekerjaan ialah sang ayah…… dan lebih baik ditanggung dua2nya sebab lebih menyelesaikan masalah baik internal maupun eksternal…..
    salam kenal from SKI SMAN 1 SURABAYA

    kakanda:
    terimaksih atas kesediannya menjawab, salam kenal kembali
    Jawaban dari saya menunggu usaha mencoba dari sahabat2 blogger🙂

    Reply

  6. saya ga bisa jawab
    tapi saya tunggu jawabannya🙂

    kakanda:
    Kang Achoey merendah🙂

    Reply

  7. klo dijawab hadiahnya apaan nih?

    kakanda:
    hadiahnya ?
    Memang mau, kalau dikasih hadiah ?

    Reply

  8. Posted by semangatpersaudaraan on July 29, 2008 at 8:25 am

    1. seorang perempuan yang telah menikah haruslah siap dengan perannya sebagai seorang ibu, istri, teman, pejuang dakwah, anggota masyarakat,dll. Istri haruslah menjadi kuat dan tegar meski kehidupan begitu sulit. Hanya keyakinan pada pertolongan allahlah yang harus ditanamkan agar kesulitan itu menjadi mudah
    2. kedua orang tua. si istri sebagai penumbuh jiwa kasih sayang, sedangkan ayah sebagai pendidik dan penanam akhlak kepada anak, sinergi ini harus dilbangun, hasilnya adalah seorang ismail yang taat pada ortu dan Allah
    3. seorang anak laki-laki hendaknya sering berinteraksi dengan ayah karena anak harus tau bagaimana menjadi seorang laki-laki shalih, sebalinya seorang anak perempuan baiknya lebih sering berinteraksi dengan ibu karena si ibu akan memberikan rahasia menjadi perempuan shalihah yang pintar memasak, menjahit, dan mengurus rumah tangga
    4. mendidik akhlaknya, akhlak kepada Allah, kepada orangtua dan kepada masyarakat
    terima kasih udah sharing di sini🙂
    lihat dulu film sang murabbi di posting perdana di blog saya, di sana ada sebuah ktitikan pedas terhadap melemahnya tanggung jawab ayah terhadap anak-anaknya

    kakanda:
    Terimaksih atas jawabannya,…
    Memang ada fenomena melemahnya tanggungjawab ayah terhadap anak2nya,
    dan fenomena terdahsyat, ketika si ibu juga “mengurangi” perannya, dengan alasan ikut “cari uang”

    Reply

  9. Posted by semangatpersaudaraan on July 29, 2008 at 8:36 am

  10. BTW kalo yang nulis pilih njawabnya gimana ?😀

    salam aja dari malang😀

    http://hmcahyo.wordpress.com/

    kakanda:
    maksudnya bagaimana mas ?
    salam kembali🙂

    Reply

  11. Posted by ILYAS ASIA on July 29, 2008 at 10:18 am

    1. istri yang luar biasa, wanita sholehah
    2. kedua orang tua, kita, umat islam dan yang namanya manusia
    3. ibu ibu ibu kmdn bapak
    4. memberi nama yang bagus seperti ilyas asia
    – mengajari ilmu agama dan ngaji, ilmu syariat
    – menikahkan

    5. maaf, mudah-mudahan ini tidak menggurui senior2 bloger

    salam ilyas asia

    Reply

  12. mau nyoba jawab.. tapi kayanya gak masuk nominasi hehee, maaf yaa :

    1. istri yang sholeha insya Allah mampu mendidik anak dengan baik, terutama ajaran agamnya yg dianut, yang sabar n taat akan perintah suami, dan of corse selalu mengingatkan kepada anaknya bahwa ayahnya lah yang paling Hebat , walapung dalam jarak yang jauh
    heheee bener gak sih??

    2-3. ayah n Ibu, tetapi sosok ibu yang paling besar tanggung jawabnya baik dalam hal mendidik anak dan tentunya, dalam mendidik dengan baik harus dapat berinteraksi dengan anak kan??

    4. tanggung jawab ayah yg pertama mungkin menafkahi, dan menjaga keharmonisan RT, Mendisplinkan keluarga dengan aturan2 yang islami😀

    segitu aja deh..
    ngarang mode on

    maaf yahh klo gak sesuai , heheee

    lam kenal ya …:)

    kakanda:
    Terimakasih telah mencoba menjawab,
    insyaAllah saya akan beritahu jawabannya🙂
    setelah yang satu ini….

    Reply

  13. Posted by masmoemet on July 29, 2008 at 1:57 pm

    wah … udah telat deh ngikut kuisnya …

    nunggu jawabane aja deh😆

    kakanda:
    tak ada kata terlambat, coba donk🙂

    Reply

  14. Posted by Munawir on July 29, 2008 at 5:03 pm

    Jeng Theloebizz…

    Hadiahnya adl sbb:
    1. Kalau muslimah, jadi istri saya….kalau jodoh tapi…😉
    2. Kalau muslimin, jadi saudara dong…

    Jawaban udah banyak tuh kakanda….udah bisa dikasih tau jawabannya dong….hehe…

    kakanda:
    boleh juga idenya🙂
    sabar, saya susun ya ….

    Reply

  15. Posted by ariefbenua on July 29, 2008 at 5:09 pm

    yang jelas tanggung jawab orangtua dong!
    adanya anak kan merupakan suatu anugerah yang diberikan oleh Allah agar manusi menjaga dan merawatnya.

    kakanda:
    jawaban yang bagus, tapi belum masuk yang diinginkan🙂

    Reply

  16. Posted by kakanda on July 29, 2008 at 5:31 pm

    Ok deh, karena sudah banyak yang mencoba menjawab, saya sampaikan jawaban kuis kedua ini. Saya tidak buat postingan khusus, supaya nyambung.

    Pertanyaan satu: Pelajaran apa yang bisa diambil dari kisah Nabi Ibrahim as ?

    Nabi Ibrahim as, telah memilih istri keduanya Hajar, seseorang yang mempunyai bekal baik dan kemudian dibentuk olehnya, sehingga “sanggup” ditinggal sendirian dan mendidik anaknya juga sendirian. Dikontrolnya oleh sang Ayah bbrp tahun kemudian. Ini ada hubungannya dengan pertanyaan ke 4
    Jawaban Munawir hampir benar, meski rasanya tidak ada yang mau, kalau belum diperistri sudah diberi syarat seperti itu. Jawaban Ilyas Afsoh dan Semangat Persaudaraan juga mendekati, tapi perlu penegasan peran ayah memilih istri dan mendidiknya

    Pertanyaan kedua: Siapa yang paling bertanggungjawab atas pendidikan anak ?

    Tanggungjawab utama ada pada ayah, yang sebagian besar di delegasikan ke istri untuk kesehariannya, “bukan ke pembantu”

    Pertanyaan ketiga: Siapa yang paling banyak berinteraksi dengan anak ?

    Dari segi waktu adalah ibu, bukan pembantu. Dari sisi memberikan contoh/keteladanan ayah harus pula menyediakan waktu, tapi tidak sebanyak waktu ibu, karena tugas ayah bekerja, mencari nafkah (bukan tugas ibu), biasanya diluar rumah, syukur kalau cari uangnya bisa dari dalam rumah

    Pertanyaan terakhir: Bagaimana tanggungjawab pertama ayah terhadap anaknya ?

    Tanggungjawab pertama adalah memilihkan ibu yang baik. Ini adalah kata-kata Umar b Khattab (bukan saya), lihat postingan di atas, cerita ayah yang ternyata telah mendurhakai anaknya sebelum anaknya lahir yang dampaknya anaknya akan durhaka pada ortunya😦

    Reply

  17. Posted by Munawir on July 29, 2008 at 6:06 pm

    “Bekal baik” itu maksudnya apa kakanda?
    Biar nanti aku bisa cari yg punya “bekal baik” juga….🙂

    kakanda:
    Kalau bisa sih yang sudah “terdidik”, lebih mudah dibentuk, meskipun tidak juga menjamin.
    Paling tidak yang seperti neneknya Umar b AbdulAziz, hanya seorang penjual susu, tapi memiliki modal keimanan yang baik. Nah suaminya yang sekualitas anak Umar b Khattab, bisa membentuknya lebih baik.

    Pertanyaannya memang, gimana cara mendeteksi seorang gadis yang memiliki modal keimanan tinggi ? Mungkin diantara sahabat blogger ada yang punya ide, saya juga lagi berfikir keras🙂, merancang perangkat tesnya

    Reply

  18. Posted by Munawir on July 29, 2008 at 6:47 pm

    Yg pertama mkn liat dari silsilah keluarga kali kakanda…
    Kalau dari keturunan baik2, InsyaAllah (meskipun bukan jaminan) keturunannya jg baik…
    Karena orang2 spt itu biasanya “terjaga” dari hal2 yg jelek. Makanan misalnya, sumber makanan yg diberikan ortu kpd anak2nya biasanya berpengaruh kepada pribadi anak2nya…kalau orang tua terbiasa menjaga makanan (hanya makan makanan yg halal misalnya) insyaAllah perilaku anak jg akan baik…..

    kakanda:
    silsilah ? mungkin tepatnya mengamati/mengetahui bagaimana ia dibentuk ? salah satunya lihat orangtuanya, meski dalam kasus neneknya Umar b.Abdul Aziz, justru ibu dari gadis penjual susu, yang menyarankan, “udah, kita tambahkan air saja susunya, khan Khalifah ndak tahu/lihat”

    Reply

  19. emmm apa ya? ikutan mikir,,menurut pengamatan sih,,ini hanya pengamatan saya saja lho kakanda,,bukan hal valid,,seseorang dapat diketahui aslinya termasuk pemahamannya tentang keimanan dapat dilihat dari cara dia marah,,saya sering ngetes orang dengan itu lalu saya amati. Polanya hampir sama, hampir 80% keliatan aslinya. Seorang perempuan yang marahnya gak karuan nanti juga kalo marah ke anaknya biasanya main fisik, sulit menahannya, entah nyubit anak ato yg lainnya. MArah itu harusnya disalurkan bukan ditahan. Seseorang yang telah memiliki keimanan tinggi InsyaAllah dapat menyalurkan amarahnya di tempat yang tepat, islam sudah mengaturnya🙂, tapi sayang banyak yang ndak tau😦

    kakanda:
    lihat saat ybs marah ?
    ide yang bagus, perlu pancingan donk, bagaimana supaya ia marah

    Reply

  20. gampang kakanda,,,kalo udah sering melakukannya mudah sekali. Cuma ya setelah itu kita bisa meredamnya supaya marah tersebut tidak berkelanjutan. Jadi kita yang mengontrol emosinya,,hehe,,aduh ketauan deh hobi saya,,,

    kakanda:
    suka mancing orang eh siswa marah ya ?

    Reply

  21. yg paling mudah adalah bertanya kepada yang bersangkutan sesuatu yang privacy buat dia,,. Biasanya yang bersangkutan akan marah (walau sedikit) karena kita ikut campur urusannya.

    kakanda:
    bertanya yang privacy, misalnya apa ya?
    tanya udah nikah belum, atau tanya usia atau tanya apa donk….

    Reply

  22. Posted by qanaahsholihah on July 30, 2008 at 2:42 pm

    Ikutan koment ah.., biar lambat asal koment *hehe*

    1. Pelajaran apa yang bisa diambil dari kisah Nabi Ibrahim as ? Kyaknya lebih kepada pembelajaran tentang ketawakalan dan keimanan, bayangkan saja ditinggal di
    tengah padang gersang tiada berpenghuni?

    2. Siapa yang paling bertanggungjawab atas pendidikan anak ? Yang paling bertanggung jawab adalah ayah. Karena ayah pemimpin keluarga. Sementara ibu sendiri bertanggung jwb pada ayah. Butuh kerjasama yang kompak. Tiap-tiap orang akan dimintai pertannggung jawabannya.

    3. Siapa yang paling banyak berinteraksi dengan anak ? YUp, ibu memang seharusnya yang paling banyak berinteraksi dengan anak. Tapi, bukan berarti ayah tidak prnah turun langsung dalam aktivitas mendidik anaknya …lho. Sekali lagi kompak!! apalagi jk dua2 nya mencari nafkah. Rasul aja mau menjahit pakaiannya sendiri kan?

    4. Bagaimana tanggungjawab pertama ayah terhadap anaknya ? tentang tanggung jawab ayah terhadap anak = hak anak dari ayah bukan?.

    Seorang anak bertanya kepada Khalifah Umar ra, “Wahai Amirul Mukminin, Apakah anak itu mempunyai hak yang harus dilakukan oleh ayahnya?”. Umar ra menjawab, “Ya”. Haknya yaitu ayahnya hendaknya memilihkan ibu yang terhormat ( tidak menikahi wanita yang hina, sehingga anaknya tidak merasa tercela karena ibunya ), hendaknya ayahnya memilihkan nama yang bagus, dan hendaknya mengajarkan Alqur’an.”

    bisa dibaca lebih lanjut di blognya mas landy pada judul “sebuah amanah” http://harapandiri.wordpress.com/?s=amana

    kakanda:
    tidak ada kata terlambat bunda,…
    ngga nyontek khan ? terimakasih atas partisipasinya,…

    saat ini ada pertanyaan tambahan/lanjutan, simak deh🙂

    Reply

  23. Posted by qanaahsholihah on July 31, 2008 at 9:37 am

    Hehehe … Alhmdlah gak nyontek. Cman hadistnya aj co-past . Kbtln pas lg baru smpat di dpan k0mpi, nulis lomba blogging.Mknya baru bisa koment. Soalny klo spnjang itu nulis dari Hp bisa keriting jari euy. *kalo k0ment pndk lgsg dr hp ajah like this*

    Reply

  24. ^_^ hehehehe… pertanyaannya kok udah dijawab sih. Padahal kan saya mau menjawab itu… ^_^
    btw… makasih

    kakanda:
    bisa aja🙂
    masih ada pertanyaan lanjutan tuh,…

    Reply

  25. wah sudah dijawab ya kakanda..

    kakanda:
    masih ada pertanyaan berantainya tuh,…

    Reply

  26. saya coba jawab pertanyaan yang baru diupdate :

    gimana cara mendeteksi seorang gadis yang memiliki modal keimanan tinggi ?

    hmmm (garut – garut jenggot).. liat saja dari dua bola matanya, klo bunder, berarti matanya asli (beriman), tapi klo lonjong, berarti matanya palsu nyuri telur ayam atau bebek..nagh berarti g punya keimanan tinggi.

    *bener g yak ??
    garut – garut kepala😉

    kakanda:
    hm…

    Reply

  27. Wah sudah dijawab yah…
    Telat…
    Kalau menurut saya akar jawabannya ada di perempuan dan laki…
    Kalau diusut gak ada habisnya…
    Dari seorang ibu yang soleha (dan pintar), akan melahirkan seorang anak lelaki yang soleh (dan pintar), anak lelaki ini setelah besar akan mencari isteri yang soleha (dan pintar), yang dari pernikahan mereka akan melahirkan anak yang kalau laki-laki menjadi anak yang soleh (dan pintar), dst…. tidak berujung….
    Nah, Ibu yang soleha yang saya sebut di awal tadi dipilih oleh lelaki soleh (dan pintar) yang dilahirkan oleh ibu yang soleha (dan pintar)….

    kakanda:
    100🙂
    pertanyaan saya mengarah pada mendudukkan peran dan tanggungjawab

    Reply

  28. Jawaban di atas untuk pertanyaan yang sudah terjawab ya…. Kalau untuk pertanyaan barunya, bagaimana cara mendeteksi gadis yang mempunyai modal keimanan tinggi..
    Lihat kehidupan ibu dan ayahnya… (berarti harus menyelidiki keseharian mereka). Kalau kehidupan mereka harmonis, ubudiyahnya tinggi, maka itu merupakan modal keimanan bagi anak gadisnya.
    Bisa juga meilhat dari bagaimana sikap si gadis thd orangtuanya.

    kakanda:
    1. lihat orangtuanya ? lihat bibitnya ya …🙂
    2. lihat bgmn sikap thdp ortunya ? hm… bener juga terkait akhlak🙂

    Reply

  29. Ayo Pak jawabannya😀

    kakanda:
    Kang Achoey jawab dulu donk🙂

    Reply

  30. sy kira, setiap individu itu bertanggungjawab thdp dirinya masing-masing…

    kakanda:
    betul, tapi…
    seorang anak, pembentukannya adalah tanggungjawab orangtuanya
    seorang istri, pembentukannya adalah tanggungjawab suami
    “Yaa ayyuhalladzi na’aamanu, quu anfusakum wa ahliikum naaro”

    Reply

  31. Daku manut jawaban yang bener ajah deh….

    kakanda:
    kok ngga berani berpendapat🙂

    Reply

  32. Jika dipandang dari kaca mata psikolog, tak ada anak yang salah….kesalahan adalah dari orangtua.
    Pendidikan pada anak merupakan tanggung jawab ayah dan ibu, dan tak satupun boleh mengatakan merupakan tanggung jawab yang lainnya.

    Dan orangtua harus mempunyai pandangan yang sama dalam memutus suatu perkara, sehingga si anak tidak bingung karena perbedaan pandangan ayah dan ibu

    kakanda:
    benar,…
    kalau psikologi islami bagaimana mba ?

    Reply

  33. Salam kenal mbak… pingin ikutan kuisnya tapi ga ngerti hihihi….
    Blognya keren nih mbak, menyejukkan banget…

    kakanda:
    kaya’nya saya harus perbaiki avatar saya,
    dipanggil mba lagi, hiks😦
    (pada ngga lihat “siapa saya”)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: