Pendidikan Politik

Indonesia, dengan jumlah penduduk muslimnya terbesar di dunia. Akankah Islam bangkit dari sini ? Ah,… bangsa ini masih seperti singa yang “tidur”, diantaranya karena terpisahnya pemahaman Islam dan Politik. Tulisan ini merupakan ringkasan sebuah buku kecil : “Pendidikan Politik Imam Hasan Al Banna” yang ditulis oleh Yusuf Qardhawi. Semoga ada manfaatnya.

Yusuf Qardhawi diminta Markaz Al I’lam Al Arabiy li Ad Diraasaat, Lembaga Pusat Kajian Informasi Arab untuk menggelar konferensi memperingati 100 tahun kelahiran Imam Hasan Al Banna dan membuat kajian tentang At Tarbiyah As Siyasiyah Inda Hasan Al Banna.
Metoda yang dilakukan: pertama dengan mengenali dan mengkaji perkataan Al Banna melalui sekumpulan risalahnya. Kedua dengan melakukan komparasi antara perkataan Al Banna satu sama lain yang terdapat di perbagai risalahnya. Terakhir dengan melakukan kritik ilmiyah tematik yang dilakukan dengan penuh hormat.
Tarbiyah dalam pandangan Al Banna memiliki dua karakter khusus At Takaamul (saling menyempurnakan) dan At Tawadzun (keseimbangan). Dan ragam bentuk tarbiyah yang ditekankan adalah Tarbiyah Siyasiyah
Aspek politik adalah sesuatu yang terkait dengan urusan pemerintahan, sistem Negara, hubungan antara pemerintah dan rakyat, hubungan antara Negara Islam dan non Islam, penyikapan terhadap penjajah, sikap terhadap partai-partai politik, terhadap hukum dan undang-undang, syuro dan demokrasi dsb. Semua terkait aspek ini merupakan masalah yang terabaikan dan tidak dipikirkan oleh organisasi-organisasi Islam saat itu.
“Jika kalian ditanya, kemana kalian menyeru? Katakanlah: Kami menyeru kepada Islam yang didatangkan oleh RasuluLlah Muhammad SAW. Pemerintahan adalah bagian darinya, serta kemerdekaan adalah diantara kewajibannya.” Jika dikatakan pada kalian:”Ini adalah politik.” Ini adalah Islam. Kami tak mengenal pembagian seperti itu.”

  • Pilar pertama pendidikan politik Al Banna adalah memadukan antara Islam dan Politik (agama dan Negara).
  • Pilar kedua adalah membangkitkan kesadaran akan kewajiban membebaskan tanah air Islam
  • Membangkitkan kesadaran akan kewajiban mendirikan pemerintahan Islami, merupakan pilar ketiga.
  • Pilar selanjutnya adalah Membangun eksistensi umat Islam
  • Pilar kelima adalah menyadarkan kewajiban persatuan Islam
  • Menyambut system perundang-undangan merupakan pilar keenam
  • Pilar ketujuh adalah mengkritisi multipartai dan kepartaian
  • Melindungi kelompok minoritas dan unsur Asing merupakan pilar terakhir dari pendidikan poltik Hasan AlBanna.

(……)

2 responses to this post.

  1. Assalamu’alaikum
    Nampaknya mulai serius nih postingan? he he. Khi, Dua hari yang lalu saya sempat menuliskan surat untuk Bapak Presiden kita (terutama terhadap beberapa kebijakan yang mestinya berhasil diwujudkan, tapi malah belum/tidak/lambat). Sengaja saya pakai beberapa alternatif, karena “pintarnya” pemimpin bangsa ini memainkan kata-katanya untuk berkelit. Intinya berupa saran/masukan, sebagai anak bangsa; yang notabene sebagian besar adalah muslim. Namun sedikit keluar dari itu semua, saya mau bertanya; adakah forum blogger yang membahas program-program ke-Islaman (politik, ekonomi dll)? Syukron Khi.
    Wassalam

    kakanda:
    Wa’alaikumsalam wRwB
    Pak Adi, rasanya saya selalu “serius” deh
    boleh lihat kopi suratnya ?
    terkait forum blogger, maaf saya masih baru, jadi belum tahu,…

    Reply

  2. ‘afwan khi…. maklum surat pribadi.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: