Mari Gunakan: DINAR

Sangat menarik, jika kita mengamati harga dinar setahun dan sepuluh tahun terakhir

1y.png 10y.png

Seandainya kita menggunakan mata uang Islam (seperti zaman Rasul SAW hingga berakhirnya kekhalifahan Turki Utsmani), Dinar dan Dirham, tentu kita akan memiliki mata uang yang sesuai dengan nilainya. Tidak seperti uang kertas. Dinar Islam adalah emas 22 karat seberat 4.25 gr

Sumber;

  1.  Gerai Dinar

One response to this post.

  1. Posted by endang on May 6, 2008 at 9:58 am

    Dear mas Kakanda, kayaknya perlu diperdalam lagi pengetahuan tentang mata uang Dinar atau Dirham sebagai pengganti mata uang dunia. Jaman sekarang sudah tidak ada lagi mata uang yang dijamin dengan emas. Terakhir ya USD yang berakhir di tahun 1972. Kenapa? karena Uni Sovyet melepas cadangan emasnya di pasar emas sehingga harga emas anjlok. Akibatnya USD juga ikut anjlok sehingga perekonomian AS terancam. Nixon kemudian mengambil langkah strategis untuk tidak lagi memakai emas sebagai standarnya. Nah Dinar atau Dirham yang anda bilang dlm 10 tahun terakhir nilainya stabil itu kan untuk transaksi yang bukan berskala dunia. Ada syaratnya untuk menjadikan Dinar sebagai mata uang dunia. Jumlahnya cukup untuk transaksi dunia, nilainya stabil, dapat diterima oleh semua negara, dll. Lha kalau jumlahnya diperbanyak dengan mencetak belum tentu semua negara mau pakai. Jika mau dan cukup bagaimana manajemen moneternya yang jelas dipengaruhi oleh buanyak faktor karena tingkatannya sudah dunia sehingga nilainya sulit untuk tetap stabil. Ingat lho, otoritas moneter kan cuman terbatas pada satu negara atau beberapa negara yang berkawasan (contoh Euro). Lha jika maksa pakai standar emas, maka nilai Dinar akan lebih volatile dan cenderung terapresiasi karena emas jadi rebutan antara kepentingan moneter dan kepentingan pemakai emas yang tidak hanya sebagai perhiasan juga sebagai bahan-bahan industri lainnya sehingga harga emas naik terus. Kalau sudah begitu maka nilai tidak stabil lagi. Dulu teman saya ambil PhD dg topik disertasi penyatuan mata uang dunia ke dalam Dinar. Sekarang sudah dapat PhD dg topik lain. Katanya topik yang dulu itu cuman semangat tapi nggak ada realitanya dan dia ketawa sendiri karena itu memang absurd. Memang belajar ilmu bisnis itu beda dengan belajar ilmu ekonomi. Ilmu Ekonomi itu lebih susah dan lebih luas perkaitannya ketimbang ilmu bisnis.

    kakanda:
    tergantung bu,
    dulu juga orang “takut” dengan bank ISLAM
    saat ini justru orang mulai berbondong-bondong menggunakannya, karena adil

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: