Berdamai dulu di langit

Dua keping hati manusia, tidak akan pernah berdamai di dunia (baca: bertengkar, tidak akur), sebelum mereka berdamai di langit. Apa maksudnya ? Adakah hubungannya dengan cinta ? Tulisan ini tidak hendak bicara tentang bagaimana “bertengkar secara baik” (ada di sini), tapi lebih menekankan pada bahwa semua pendapat, sebaiknya bermuaranya pada Sang Penguasa.Sekuat apapun, sejuta cara yang kita lakukan untuk menyatukan dua hati manusia, tidak akan pernah berhasil, sebelum mereka sama-sama dekat dengan Penguasa Langit. Mungkin saja kadang terlihat bisa bersama, tapi sebenarnya mereka belum berdamai. Hendaknya cinta kita kepada makhluk, didasarkan karena kecintaan kita kepada sang Khalik. Istri bukanlah bidadari, dengan segala kekurangannya, tentu ada sejuta kelebihannya. Suami pun bukan malaikat, yang tiada cela, tapi tentu ada banyak kelebihannya. Bersinergilah. Apa yang perlu dilakukan ?

  1.  Lebih mendekat padaNYA (klik)
  2. Terus membaca doa pengikat hati (sambil membayangkan pasangan atau saudara/i kita yang dicintai)

Ya Allah, sesungguhnya Engkau tahu,
bahwa hati-hati ini telah berkumpul dalam rangka cinta kepada MU
bertemu untuk taat kepada-Mu,
bersatu dalam rangka menyeru (di jalan)-Mu, dan
berjanji setia untuk membela syari’at-Mu

Maka kokohkanlah ikatannya, ya ALLAH
abadikanlah kasih sayangnya,
tunjukkanlah jalannya dan
penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup,
lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan
keindahan tawakal kepada-Mu,
hidupkanlah dengan ma’rifah-Mu
syahidkan ia di jalanMu

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: