Info 1: Tolak poligami…

Konsekuensi keimanan seseorang kepada Allah adalah ia harus mengimani pula Muhammad Rasulullah SAW, karena ia sebagai insan paripurna yang dijamin oleh Allah sebagai maksum (yang terpelihara dari dosa). Bagi setiap manusia yang telah mengucapkan syahadat, adalah sebuah keniscayaan untuk mengikuti gerak geriknya, sebab Islam sebagai ajaran yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad SAW tidak ada yang bertentangan dengan fitrah manusia, siapapun dia, apapun keadaannya dan dimanapun ia berada. Seorang mukmin di manapun, bila ia taat kepada Allah dan RAsulNYA akan memperoleh kedamaian hidup.
Islam mengharapkan pemeluknya harmoni dalam setiap kondisi, bahkan RasuluLlah menyatakan bahwa orang Islam itu unik, karena apabila ia mendapat kenikmatan ia bersyukur, apabila ditimpa musibah ia bersabar dan apabila bersalah ia beristighfar.
Islam mengatur hubungan individu dengan aturan yang sangat suci dan menjadikannya mulia. Ada hubungan persaudaraan, persahabatan dan ada pula hubungan pernikahan. Hubungan pernikahan adalah hubungan yang sangat kuat dalam pandangan Islam. Al Qur’an menyebutnya sebagai mitsaqan ghalizha (hubungan perjanjian yang kuat). Pernikahan terjadi antara muslim dan muslimat yang telah baligh untuk membuat rumahtangga yang sakinah, mawaddah warahmah, serta melahirkan dzurriyah thayyibah (keturunan yang baik). Anjuran pernikahan dalam Islam tidak sekedar untuk kepuasan biologis, tetapi dalam rangka pewarisan nilai untuk melanggengkan peradaban dunia.
Dalam aturan pernikahan, Islam tidak membatasi hanya pernikahan monogami namun membolehkan poligami. Poligami seperti yang kita ketahui ada dua bentuk, yaitu poligini dan poliandri. Poligini adalah seorang pria beristri lebih dari satu, sedang poliandri adalah seorang wanita bersuami lebih dari satu. Yang disebut pertama bersifat konstruktif, karena sesuai fitrah manusia, sedang yang kedua bersifat destruktif, karena bertentangan dengan fitrah. Meskipun poligini yang biasa disebut poligami merupakan sesuatu yang konstruktif, tapi masih banyak yang disalahfahami orang, terutama kaum perempuan. Saking tidak pahamnya mereka menyatakan perang terhadap poligami, bahkan mereka tulis di berbagai media bahwa konsep poligami adalah nyata mendiskreditkan perempuan. Sayang! Kalau saja ditambah sedikit referensi tentang poligami dari sumber ang bersih, dari para ulama yang faqih yang memahami Islam dari sumber yang asli, bukan dari tulisan orang diluar Islam, saya yakin saudari-saudari kita akan sangat setuju dengan konsep ini. Sebab konsep poligami dalam Islam adalah 3S – Sistem Solusi Sosial – dalam perkawinan. Sistem ini mencakup penyelesaian moral dan pribadi dalam perkawinan. Karena poligami merupakan 3S, maka penyelesaian masalah dengan menempuh poligami haruslah mampu menyelesaikan masalah dan tidak menimbulkan masalah baru.
Poligami yang didasari hukum yang jelas akan membawa keberkahan bagi keluarganya dan masyarakat. Sebab pelakunya telah mempersiapkan dengan matang rencana ini. Sang suami telah menyatakan keinginannya secara logis kepada istrinya, calon istri kedua telah mendapan informasi yang shahih tentang keberadaan calon suami. Sehingga tidak ada dusta diantara mereka dan yang terpenting adalah semua dilakukan dengan satu keyakinan saling berbagi cinta dan kebahagiaan, bukan saling menuntut dari masing-masing pihak.

[Ustz.Hj. Yoyoh Yusroh, anggota DPR-RI dengan 12 anak, mengizinkan
suaminya menikah lagi, dikutip dari pendahuluan sebuah buku]

Ishman menulis dalam blognya:

Yusuf Qardhowi mengomentari, bahwasannya ada sekelompok orang yang memanfaatkan kegagalan dan kesalahan individu dalam berpoligami, untuk menyerang syariat poligami. Sejarah mencatat poligami bukanlah barang baru, terbukti jauh sebelum Islam datang poligami sudah diperaktekan oleh bangsa Ibrani, Cisilia dan Arab Jahiliyah. Yang pada akhirnya melahirkan penduduk yang menghuni Rusia, Lithuania, Estonia, Ceko dan Yugoslavia. Lalu Aria dan Saxon melahirkan Jerman, Swiss, Belgia, Belanda Denmark, Swedia, Norwegia hingga Inggris. Menurut Sayyid Sabiq Perharaman poligami oleh Kristen pun nyatanya warisan bangsa Yunani dan Romawi yang mulanya merupakan warisan paganisme. Gereja kemudian melarang, padahal dalam injil tidak menerangkan pengharaman sistem ini.

Sekiranya masalah poligami ini ditulis panjang lebar mungkin akan menghasilkan buku yang sangat tebal. Saya tutup disini saja dengan sebuah cerita. Perdebatan seorang ulama besar di masanya dengan seorang presiden besar. Antara Buya Hamka dan insinyur Soekarno. Pada saat itu bahkan ramai menghiasi koran-koran tempoe dulu. Presiden asal Bitar itu habis-habisan menentang poligami dengan alasan merendahkan harkat wanita, sedang Hamka yang ulama membela dengan bermacam argumentasinya. Tapi sejarahlah yang membuktikan! Hingga akhir hayatnya Hamka hanya hidup setia dengan seorang istri. Sedang Soekarno orator ulung itu hidup dengan banyak gundiknya dan istri simpanan.

Referensi:

  1.  Bahagia dengan Poligami
Advertisements

3 responses to this post.

  1. Posted by Imam Mawardi on November 28, 2007 at 9:32 am

    poligami sangat bagus, adakah muslimah yang siap. kalau para ikhwan banyak yang siap, hanyaaa para muslimahnya yang sering tolak

    Kakanda:
    Terimakasih telah berkunjung,
    Menurut yang telah melakukannya, fenomena poligami akan seperti “jilbab” tahun 80an.
    Menurut yang akan melakukannya, ia mencoba mensurvei, telah terjadi pergeseran pemahaman muslimah,
    yang tadinya “menolak”, tapi saat ini ok saja poligami, tapi saya jadi yang pertama.
    Menurut yang lain, yang telah melakukan, ditempat mereka banyak “stocknya”.
    Wallahu’alam

    Reply

  2. Hmmm …
    Layak untuk saya renungkan …
    Terima kasih kakanda …
    Salam saya selalu

    Reply

  3. Posted by nana on June 19, 2008 at 10:08 pm

    menurut saya, poligami jaman sekarang karena alasan materi semata…. malah dijadikan coba2 menipu/menjebak istri pertama supaya menukar istri ‘ke 2″ mereka dengan mobil ato harta lain yg mereka harapkan akan dikeluarkan oleh pihak kel istri pertama,setelah sisuami ‘rela’ melepaskan istri ke 2…n banyak yg kejadian setelah sisuami ketauan berpoligami dan istri pertama minta cerai,,,, si suami berulah,meneror juga mengancam akan dendam pada istri pertama … dan banyak yg ktk mereka ketahuan ,mereka bersumpah bohong ‘demi Alloh m Rasullulloh’ untuk mempertahankan rumah tangga pertama.. saya yakin laki2 seperti itu tidak akan dapat memberikan berkah ataupun sakinah bagi keluarga… sangat2 berbeda dengan poligami yg menjadi ajaran agama islam…. bgaimana menurut mba?

    kakanda:
    Nama Kakanda, kok dipanggil mba ya 😦
    komentarnya butuh penjelasan lebih jauh nih 🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: